Senja,Rindu dan Waktu
Tidak akan ada namanya sebuah kerinduan,bila tidak ada senja yang mengingatkan tentang waktu yang perlahan meraba-raba pikiran dan rasa
Saya sangat suka menikmati hari-hari saya,ketika garis cakrawala tak sengaja bertabrakan yang telah memisahkan bumi dan langit.Banyak orang mengibaratkan tentang senja dengan perasaan yang mellow dan penuh penyesalan atas perbuatan yang pernah ia lakukan sebelumnya,banyak orang menikmati senja untuk memperoleh kedamaian dan menjadikan senja untuk mengingat-ingat kembali masa lalu tentang kenangan dimasa lalu.Banyak Petualang atau Traveller menyukai senja untuk diabadikan dan menjadikan senja untuk tempat beristirahat dan mengagungkan ciptaan Yang Maha Kuasa.
Senja adalah masa peralihan, saat perjalanan mentari sudah sampai di batas siang, mengetuk pintu malam. Jejak sinarnya, terlihat kuning kemerahan di ujung barat. Semesta bergegas menyambut malam, dengan keterpaksaan yang sepenuhnya sadar. Sadar akan sukma yang terbalut oleh kerinduan terhadap kenangan yang pernah dilukiskan oleh semesta yang perlahan telah meraba-raba pikiran dan rasa
Waktu terkadang adalah rindu atau kenangan yang sengaja dititipkan oleh Sang Penguasa Semesta kepada para hambaNya,tentang kenangan yang terbesit pada setiap sukma yang ada dibumi ini untuk menjadikan kita lebih baik lagi dimasa depan.Terkadang Senja dan Waktu menjadi komposisi yang pas untuk memotivasi kita melewati setiap rintangan pada kehidupan ini.Tanpa adanya waktu,senja tak akan datang dan tanpa adanya senja rindu tak akan datang tentang kenangan dimasa lalu yang melahirkan hipotesa hipotesa didalam pikiran kita
Pada akhirnya waktu adalah kontemplasi tanpa titik,dan jeda yang melahirkan pertanyaan pada alam semesta ini.Waktu akan terus beputar dengan senja yang mengakhiri fase siang untuk beralih pada fase malam,dan kenyataanya hidup adalah sebuah teka-teki yang penuh akan rahasia,apapun bentuk yang tersuguh dimuka bumi ini.
Layaknya persoalan cinta dalam takaran rasa dan persepsi yang tak senada juga berbeda,hipotesa dan amigdalapun seakan tumbuh terus-menurus jika tidak memangkasnya dengan jawaban tentang rindu yang dihasilkan oleh pikiran kita.Dan tidak dapat disangkal bahwa Rindu,Senja dan Waktu itu mutlak berputar dalam poros kehidupan yang tidak akan pernah bisa ditebak oleh siapaun.Semesta ini penuh tentang rahasia,bercampur dalam satu pemkiran tentang teka-teki yang sulit dijelaskan dengan berbagai sudut pandang dan garis pemikiran yang hampir nyata
Sebaik-baiknya pemisah jarak adalah waktu sebab ada masanya yang dekat namun tidak menyatu dan waktu terbaik untuk menikmati rindu yang terus menjalar adalah senja.Didalam hidup,senja mengajarkan untuk berlaku tidak serakah serta sopan santun,sebagaimana kita melihat senja dia selalu bersabar untuk menantikan perjalanan matahari menghampiri senja dan pada waktunya itu hanya sementara,namun ia tetap rela bila malam mengambil waktunya kembali.
-lelakisenja

Komentar
Posting Komentar